Oleh: mozaikcahaya | Maret 29, 2008

Edisi 03-08

WISATA IMANI

Ada sebuah wilayah di utara Madinah yang merupakan tempat wisata warga sekitar, letaknya di balik Gunung Uhud, sekitar 25 kilometer utara pusat kota Madinah. Jalan raya di sana menuju kuldesak, jalan buntu. Banyak warga camping di sini. Jangan dibayangkan sama seperti di Indonesia, di mana tempat perkemahan biasanya merupakan lahan hijau nan penuh rumput dan pepohonan. Di utara Madinah ini, lahan tempat campingnya adalah sebuah tanah lapang tandus, padang pasir, dengan pohon dan semak sesekali dikelilingi oleh bukit batu. Daerah ini berada di luar batas tanah haram.

Wilayah ini termasuk wilayah tersubur di Madinah, selain di Quba. Jalannya berkelak-kelok, berbeda dengan jalan-jalan raya kebanyakan di sini yang lu-rus-lurus. Yang tumbuh ditanahnya juga kurma ter-baik di Jazirah Arab, kurma Nabi atau Ajwa. Dinamakan demikian karena diyakini pohon kurma tersebut dahulu langsung ditanam Rasulullah SAW. Di masa dahulu, wilayah ini merupakan tempat uzlah atau menyepi bagi mereka yang tengah berselisih pendapat agar bisa mendapat ketenangan.

Namun, yang membuat wilayah ini terkenal ke se-antero jagad bukanlah karena wilayah yang disebut perkampungan putih (Mantheqa Baidha) ini dijadi-kan tempat wisata, melainkan keajaiban alamnya yang hanya ada di segelintir tempat di dunia. Banyak orang percaya bahwa di daerah ini terdapat sebuah medan magnetik sangat kuat dan besar.

Fenomena alam yang luar biasa ini bisa dirasakan sepanjang lima kilometer ruas jalan dari ujung aspal sampai pintu masuk ke daerah ini. Jalan ini sendiri berakhir di lima deret bukit yang mengelili-ngi wilayah tersebut. Jalannya turun naik. Namun kendaraan yang menuju perbukitan jalannya hanya bisa pelan, seolah ada yang menahan. Sebaliknya, dari arah perbukitan, walau jalannya tidak menurun tetapi turun naik, semua kendaraan akan berjalan dengan cepat bahkan bisa sampai 120km/jam walau persneling dibebaskan. Bahkan kendaraan dimatikan pun akan tetap melaju sekencang itu.

Ini tentu bukan isapan jempol. Beberapa jamaah Indonesia sempat membuktikan cerita itu. Eramuslim sendiri mencoba untuk mengetes apakah memang ada medan magnet atau sekadar tipuan mata. Dengan sebuah bus besar, rombongan kami melalui daerah ini. Sesaat menjelang masuk ke wilayah yang dikatakan ada medan magnetiknya, guide Kami menyerukan agar handphone yang ada segera dimatikan untuk menghindari hilangnya data. Semua penumpang mengeluarkan ponselnya dan mematikan. Kecuali ponsel milik Eramuslim. Kami ingin mengecek benar tidaknya himbauan guide kami tersebut.

Sesaat kemudian, guide kami berseru, “Inilah saatnya…”. TIba-tiba bus besar yang kami tum-pangi memposisikan free pada roda gigi busnya …dan bus pun berhenti. Tak sampai beberapa detik, bus yang tadinya berhenti dan masih di free roda giginya tiba-tiba bergerak perlahan. Kian lama kian kencang. Hingga ajaib, kendaraan yang Kami tumpangi melaju dengan kecepatan 90 kilometer per jam sejauh tiga kilometer!

Kami pun mengecek ponsel yang tidak kami matikan. Ternyata benar. Ponsel Kami tidak bekerja dan bahkan banyak data hilang di dalamnya. Kami jelas sedih, tapi rasa takjubnya jauh lebih besar. Subhanallah… Allahu Akbar! Kami telah membuktikannya. Dan bagi siapa saja yang pergi haji atau umroh dan melalui wilayah ini, segera matikan ponsel Anda dan bersiap menikmati pengalaman yang tidak terlupakan. Jangan lupa, matikan ponsel Anda, atau data-data di dalam ponsel akan banyak yang hilang….

Kian Besar Kian Cepat

Menurut warga sekitar, kecepatan kendaraan yang bisa ditarik oleh medan magnet di wilayah ini bisa berbeda-beda. Semakin besar dan berat kendaraan yang melintas, maka akan semakin cepat magnet menariknya hingga bisa sampai 120 kilometer perjam sejauh lima kilometer! Sudah banyak yang membuktikan hal tersebut. Ada sejumlah orang yang datang dengan kendaraan berbeda dan membuktikannya.

Bukit Gravitasi

Tidak banyak tempat di seluruh dunia yang memiliki medan magnetic seperti di Madinah ini. Tempat serupa ada di Korea Selatan, Yunani, Australia, timur Amerika, dan juga di sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur. Hanya saja, kekuatan magnet di daerah-daerah tersebut tidaklah sekuat yang ada di Madinah.

Siapa pun bisa mengalami hal ini dengan mengunjungi langsung wilayah tersebut. Namun bagi yang belum bisa merasakan sendiri, silakan menonton fenomena unik ini dengan mengklik situs youtube dengan menulis ‘Gravity Hills’ atau ‘Magnetic Hills’ di kolom pencariannya. Yang jelas, keajaiban ini seharusnya mampu menambah kecintaan kita kepada Allah SWT, yang telah menciptakan alam semesta seisinya dengan kesempurnaan yang tiada cela sedikit pun.(m)

AL QURAN DAN RAHASIA ANGKA-ANGKA

 Pernah saya mengatakan kepada diri saya sendiri, misal, apabila kata “yaum” (hari) disebutkan sebanyak 365 kali dan kata “syahr” (bulan) disebutkan sebanyak 12 kali, barangkali kata “sa’ah” (jam), misal, juga disebutkan sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam sehari semalam. Lantas saya membuka AI-Mu jam Al-Mufahras li Alfadh Al-Quran Al-Karim, “al-sa’ah” tersebut saya hitung. Ternyata setelah saya hitung jumlahnya 48 kali. Saya berpikir, jumlah ini tidak sesuai dengan angka yang ada, semestinya jumlah penyebutannya sesuai dengan jumlah (jam), yaitu 24 jam. Sejenak hampir saja saya putus asa. Agak­nya mungkin jumlah ini merupakan jumlah yang dihitung oleh peneliti selain saya yang meneliti dengan metode yang sama sekitar kata tersebut. Karenanya, saya perbaharui niat saya dan mulailah saya berpikir dan menghitung dengan metode lain yang berbeda dengan metode-metode terdahulu. Saya berasumsi bahwa 24 kata tersebut memiliki karakteristik khusus dari keseluruhan kata yang berjumlah 48 tersebut. Sungguh terbukti, dengan taufiq Allah SWT, saya temukan bahwa kata “sa’ah” disebutkan 24 kali dengan didahului dengan harf, dan jumlah jam pada sehari semalam pun berjumlah 24 jam. Berikut ini adalah ayat-ayat Al­Quran yang di dalamnya disebutkan kata tersebut:1.     Mereka menanyakan kepadamu tentang al-sa’ah (hari kiamat). Bilakah terjadinya? Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari kiamat) itu adalah pada sisi Tuhanmu…” (Al-A’raf: 187) 2.     …. orang-orang yang mengikuti Nabi dalam sa’ah kesulitan. (Al-Taubah: 117) 3.     Dan (ingatlah) akan sa’ah (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) barang sesaat pun di siang hari .. (Yunus: 45) 4.     …. Dan sesungguhnya sa’ah (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. (Al-Hijr: 85) 5.     ..Hendaknya manusia mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan al-sa’ah (kiamat) itu tidak ada keraguan padanya… (Al-Kahfi:21) 6.     …. Sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik siksa maupun al-sa’ah (kiamat). (Maryam: 75) 7.     Sesungguhnya al-sa’ah (hari kiamat) itu akan datang, Aku merahasiakan (waktu) agar tiap-tiap diri dibalas sesuai dengan yg diusahakannya. (20 : 15)8.     (Yaitu) orang-orang yang takut terhadap (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya; dan mereka takut terhadap tibanya al-sa’ah (hari kiamat). (AI-Anbiya: 49) 9.     Dan sesungguhnya al-sa’ah (hari kiamat) itu pasti akan datang; tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. (Al-Mu’minun: 7) 10. Bahkan mereka mendustakan al-sa’ah (hari kiamat). (25:11)11. .… Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan al-sa’ah (hari kiamat). (Al-Furqan: 11) 12. Manusia bertanya kepadamu tentang al-sa’ah (hari berbangkit). Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah milik Allah. “ (Al-Ahzab: 23) 13. …. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi al-sa’ah (hari kebangkitan) itu sudah dekat waktunya. (Al-Ahzab: 63) 14. Sesungguhnya al-sa’ah (hari kiamat pasti akan datang) tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (Al-Mu’min: 40) 15. Dan tahukah kamu, boleh jadi al-sa’ah (hari kiamat) itu dekat. (Al-Syura: 17) 16. .Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yg membantah tentang kejadian al-sa’ah (hari kiamat) itu benar-benar dlm kesesatan yang jauh. (26 : 18)17. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang al-sa’ah (hari kiamat). Karenanya janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat, dan ikutlah aku …. (Al-Zukhruf: 43) 18. …Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan al-sa’ah (hari kiamat) kepada mereka secara tiba-tiba sedangkan mereka tidak menyadarinya. (44 : 32) 19. Dan apabila dikatakan (kepadamu): “Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan al-sa’ah (hari berbangkit) itu tdk ada keraguan padanya. ” (45 : 32) 20. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, (mereka) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan se-sa’ah pada siang hari. (Al-Ahqaf: 35) 21. Dan tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan al-sa’ah (hari kiamat), (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba. (Muhammad: 18) 22. Sesungguhnya al-sa’ah (hari kiamat) itu hari yang dijanjikan kepada mereka …. (Al-Qamar: 46) 23. …. Dan al-sa’ah (hari kiamat) itu lebih dahsyat dan lebih pahit, (Al-Qamar: 46) 24. (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang al-sa’ah (hari berbangkit), kapankah terjadinya. (AI-Nazi’at: 42) Sebagaimana anda lihat, pada ayat-ayat di atas terdapat kata “al-sa’ah” yang masing-masing didahului dengan harf; tidak di­dahului baik oleh isim maupun oleh fi’il (kata kerja). DR. Abu Zahra’ An-Najdiy – 1990. 

NASEHAT UTAMA

  Ternyata, lebih mudah bekerja keras untuk mencapai keberhasilan, daripada berbicara panjang menjelaskan mengapa bukan salah kita bahwa kita masih begitu-begitu saja.(Mario Teguh) Yang tumbuh dalam diri orang-orang dipancari cahaya perlindungan Allah adalah pribadi mulia, pengasih dan penyayang terhadap makhluq lemah. Tidak mungkin orang-orang yang tidak memiliki sifat kasih dan sayang mampu menjadi pelindung bagi orang-orang lemah.(Abdullah Gymnastyar – Aagym) Redaktur : Syarif Niskala – 08.595939.2020


Beri tanggapan

Your response:

Kategori